Selasa, 15 November 2016

Gunung Merbabu Via Selo



“Gunung Merbabu Menjulang Tinggi ke Langit Biru, Padang Rumput yang Hijau Menjadi ciri khas mu, Merbabu memang membuat Rindu”

Gunung Merbabu merupakan salah satu Gunung yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Gunung yang tidak asing bagi para pendaki. Secara administratif Gunung Merbabu terletak di antara Kabupaten Salatiga, Boyolali dan Magelang. Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3142 mdpl, Gunung Merbabu terkenal akan padang savananya yang hijau dan menurut saya Gunung Merbabu merupakan Gunung terindah yang ada di Jawa Tengah.

Gunung Merbabu memiliki 5 jalur pendakian yaitu jalur Selo di Boyolali, Jalur Tekelan atau Sopeng di Salatiga, Jalur Suwanting, Wekas dan Chuntel di Magelang. Dan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pendakian Merbabu melalui Jalur Selo. Kenapa saya memilih jalur Selo karena konon katanya Jalur ini tidak terlalu sulit medannya.

Start awal dari Surabaya, saya dan  rekan saya menuju Kota Solo menggunakan Bus dari Terminal Bungur Asih menuju Terminal Tirtonadi, Solo. Kami berangkat pukul 21.00 dan tiba di Solo pada pukul 04.30 pagi hari. Untuk menuju Solo ada beberapa pilihan bus seperti Bus Eka (Patas), Sugeng Rahayu, Sumber Selamat, dan mira untuk kelas Ekonomi. Setibanya di Terminal Tirtonadi, kami beristirahat sejenak sambil menunggu waktu solat subuh.

Setelah beristihat, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus Jurusan Solo-Semarang. Dan turun di lampu merah dekat RSUD Boyolali. Harga tiket Bus Rp15.000. dan kemudian melanjutkan dengan Bus kecil Jurusan Boyolali-Magelang. Biasanya nanti transit di Pasar Sapi untuk oper bus atau terkadang bisa langsung tergantung jumlah penumpang. kemudian kita turun di depan Polres Selo. Harga tiket Bus Rp5.000. dari Polres Selo menuju Basecamp tidak ada angkutan umum, kita dapat memilih naik ojek atau jalan kaki, saran saya naik ojek aja karena jaraknya jauh banget dengan jalur yang mendaki. Ojek disini antara Rp15.000 hingga Rp20.000

Sesampainya di Basecamp, kami rehat sejenak sambil mempacking ulang barang bawaan kami. Di sini ada 2 basecamp yaitu basecamp Pak Parman dan Basecamp Pak Pari. Basecamp ini jaraknya berdekatan dan sama saja sih. Di basecamp kita membayar Retribusi Rp10.000/orang.
Rute Pendakian Merbabu
Basecamp Merbabu
Jalur pendakian via Selo, kita akan melewati 5 Pos sebelum Puncak yaitu Pos 1 atau Dok Malang, Pos 2 atau Pandean, Pos 3 atau Watu Tulis, Pos 4 atau Saban 1 dan Pos 5 atau Sabana 2. Jalur antar pos memiliki tipe dan medan yang berbeda-beda.
Pintu Gerbang Jalur Pendakian
Setelah registrasi, kami pun memulai pendakian. Jalur yang kami lalui setelah basecamp menuju Pos 1 merupakan jalur yang masih sedikit tanjakan. Setelah melwati gerbang pendakian, kami pun masuk ke kawasan Hutan pinus yang rimbun dan rindang. Untuk menuju Pos 1 diperlukan waktu kurang lebih 1,5 jam. Jalur menuju Pos 1 juga masih tampak jelas karena banyaknya petunjuk jalan. Di Pos 1 tidak terdapat bangunan, hanya sebidang tanah ditengah hutan dan tidak ada sumber air di Pos ini. 
jalan menuju Pos 1
Pos 1
Setelah dari Pos 1, kami melanjutkan jalan setapak demi setapak kami menuju pos 2. Jalur menuju pos 2 masih jalur yang landai ditengah hutan tropis yang sedikit terbuka sehingga pemandangan sekitar dapat terlihat. Di tengah perjalanan kami beristirahat sebentar di pos bayangan. Sebelum pos bayangan ini, kami menemukan tanjakan yang cukup menguras tenaga karena tanjakannya cukup terjal. Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 membutuhkan waktu 1 jam. Di Pos 2 ini juga tidak terdapat shelter seperti pos 1. Di pos 2 ini hanya terdapat sebidang tanah yang cukup untuk beberapa tenda jika ingin bermalam di pos 2 ini.
Pos 2
dari pos 2 kami melanjutkan perjalanan ke pos 3, jalur menuju pos 3 mulai lebih banyak menanjak daripada “bonus”nya. Mulai di jalur ini kita akan dapat memulai melihat indahnya pemandangan karena jalur menuju pos 3 merupakan jalur terbuka. Di jalur ini kita dapat melihat lembah-lembah pegunungan dan beberapa pohon edelwise. Dari pos 2 ke pos 3 memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Pos 3 ini merupakan wilayah luas terbuka dengan pemandangan Gunung Merapi yang beridir dengan gagahnya. Di Pos 3 ini juga dapat digunakan untuk berkemah karena daerahnya luas akan tetapi rentan terkena angin kencang karena tidak ada pohon besar dan tidak ada shelter juga di pos ini. Di pos 3 ini kami istrahat agak lama karena sudah masuk waktu jam makan siang :D
sekiataran Pos 3
setelah beristirahat dan mengisi kembali tenaga, kami melanjutkan ke pos 4. Jalur menuju pos 4 merupakan jalur yang paling sulit karena kami harus mendaki dengan kemiringan hingga 60 derajat dengan tanah yang licin. Jalur menuju pos 4 ini banyak percabangan jalan akan tetapi akan menuju 1 tempat ketika tiba di atas. Jalur menuju pos 4 memang terjal akan tetapi tidak akan terasa karena pemandangannya bagus banget. Padang rumput yang hijau khas merbabu terlihat dari kejauhan seolah-olah memanggil kami. Ketika tiba diatas bukit, kita akan melihat pemandangan gunung merapi yang sedang dikelilingi awan. Pos 4 ini disebut sabana 1 karena memang lokasinya di pinggir padang rumput yang hijau. Dari pos 3 menuju pos 4 ini kami membutuhkan waktu hampir 2 jam. Karena waktu sudah semakin sore, kami memutuskan untuk bermalam di pos 4. Pos 4 ini wilayahnya cukup luas dan banyak pohon sehingga dapat digunakan untuk berlindung dari terpaan angin.
Pos 4
Bermalam di pos 4 ditemani dengan alunan angin yang cukup kencang. Pagi pun datang, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Barang-barang kami tinggal di tenda, kami hanya membawa barang secukup dan seperlunya saja sehingga akan meringankna beban kami. Dari pos 4 ini kami harus menuju pos 5 terlbih dahulu sebelum menuju puncak. Perjalanan menuju pos 5 menanjak dan menuruni bukit dengan pemandangan padang rumput. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya hijaunya padang rumbut. Dari pos 4 menuju pos 5 ini memerlukan waktu 1 jam. 
Pos 5
Dari pos 5 menuju puncak, kami harus memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Jalur yang kami lalui saat itu cukup licin dengan trek yang menurun dan menanjak. Sepanjang jalur kita akan menemui bunga edelwise (jika lagi mekar). Jalur menanjak cukup terjal hingga puncak. Gunung merbabu memiliki beberapa puncak yaitu puncak Kenteng Songo  yang merupakan puncak tertinggi, puncak triangulasi, dan puncak syarif. Spot foto terbaik yaitu di puncak kenteng songo karena memiliki latar belakang gunung merapi. Akan tetapi pada saat itu, badai menerpa puncak Merbabu hingga pemandangan tertutup oleh kabut yang cukup tebal.
Menuju Puncak
Puncak Merbabu
Setelah menikmati dinginnya hembusan angin di puncak, kami pun segera turun karena angin semakin kencang dan gerimis mulai datang. 
hijau begini yang bikin kangen merbabu
Sampai berjumpa kembali Merbabu....

2 komentar:

  1. Tulisan yang bagus..nice share info kak..keep writing...

    BalasHapus
  2. Warbiyasaaah. Cek instagram.com/ropu.co kak

    BalasHapus