Jumat, 14 Desember 2012

Aku Diracuni-Papandayan (2662mdpl) part II


Sabtu, 27 Oktober 2012 Awal Sebuah Pendakian

Pendakian pertama, meninggalkan zona nyaman, mengetest dengkul apakah masih seperti dulu kala, Pendakian yang menurut gue sebagai salah satu dari banyak cara untuk lebih mengenal alam, menikmati keindahan ciptaan sang kuasa, menikmati perjalanan hidup, menikmati kebersamaan lalu bercerita tentang keindahan alam sekitar. Pendakian pertama ini sangat menyajikan romantisme kebersamaan. Pendakian yang banyak mengajarkan suatu hal tentang kebersamaan, rasa berbagi, memulai persahabatan dan lebih mencintai alam. 


Dan Pendakian itu dimulai

Sabtu pagi di kala udara dingin menusuk tulang. Di Kala sinar matahari mulai menunjukan indahnya dari belakang gunung. Dikala riuh ramai sekitar mulai hidup. Dikala badan mulai siap bangkit setelah beristirahat sejenak. Pukul 06.00 kami siap menuju Gunung Papandayan.

Sekitar pukul 6.00, setelah lama bernego dengan calo angkutan, kami pun berangkat ke cisurupan. Cisurupan merupakan suatu daerah di kaki papandayan. Kurang lebih 30 menit perjalanan dari terminal Guntur menuju cisurupan dengan ongkos kurang lebih 6000 rupiah. Perjalanan dari terminal menuju cisurupan menyajikan hamparan sawah yang hijau nan subur yang menyejukan mata.  Setelah tiba di cisurupan, kami pun mempersiapkan logistik yang di butuhkan mulai dari makanan, minuman, bahan bakar memasak.



Perjalanan cisurupan-base camp papandayan dilanjutkan menggunakan mobil bak terbuka. di perjalanan menuju basecamp kami pun berkenalan dengan pendaki lain dan yang ternyata orang pamulang juga. Jauh jauh ke garut ketemunya orang pamulang juga. Perjalanan menuju basecamp sangat lah mengocok perut karena Jalan yang rusak di tambah jalan berliku. Perjalanan menuju base camp ini di penuhi rasa kebersamaan, canda tawa hhmm pendakian belum tapi aroma kebersaman sudah tercium sejak di sini :D





Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, pukul 9.00 kami pun tiba di base camp. Setelah sarapan pagi dan pengurusan izin di tambah packing, kami pun siap untuk mendaki. Sebelum mendaki foto2 dulu hahah




Pendakian Dimulai

Pukul 09.30 kami berjalan langkah demi langkah mendaki. Ditengah rasa dingin dan pekatnya kabut. Melangkah kami terus melangkah. Kami berjalan melewati jajaran batu letupan belerang. Jajaran batu yang kami lalui naik turun. Dan setelah sekian jam kami melangkah, kami memasuki wilayah kawah belerang yang aromanya cukup menyengat.Setelah berjalan beberapa lama dengan penuh perjuangan kami mampu melewati jalur belerang hhm yang cukup menguras energi.






Setelah melewati jalur belerang kami pun sedikit memasuki jalur landai. Jalur landai yang sangat bermanfaat untuk menghemat energi dan untuk sekedar berfoto-foto karena pemandangan yang cukup indah. Selanjutnya kami memasuki jalur menanjak melewati hutan mati. Jalur yang didominasi pohon pohon mati, jalan yang penuh bebatuan. Berjalan santai sambil menunggu teman teman yang lain, berjalan yang mengajarkan arti kebersamaan. Setelah berlelah lelah kami berjalan, istirahat sejenak sambil menikmati makan dan menyeruput madu di tengah dinginya udara pegunungan nan sejuk jauh dari polusi.

Setelah kurang lebih 4 jam kami mendaki, kami akhirnya tiba di tegal alur. Tegal alur merupakan suatu kawasan luas yang di tumbuhi edelwise. Bagi para pendaki, bisa menikmati keindahan edelwise menjadi agenda wajib. Edelwise dikenal sebagai bunga abadi.



Tak ada yang bisa menggantikan nikmat berbaring di atas padang edelwise, sembari menatap langit biru yang begitu luas dan sekali kali di sertai suara rintikan hujan yang membuat semua penat pikiran hilang seketika

Setelah tiba di tegal alur, kami pun istirahat sejenak dan ingin ke danau. Akan tetapi keinginan untuk ke danau dibatalkan, akhirnya kami pun berjalan ke lembah datar untuk mendirikan tenda.

Setelah tenda berdiri, kami pun beristirahat sejenak sambil diiringi canda tawa. Sore itu hujan rintik rintik yang semakin menambah dingin udara sekitar.

Ketika langit sore berubah kegelapan, yang ada hanya kami dan semesta. Semua terasa begitu indah, begitu menakjubkan. Memandang langit melihat bulan yang bersembunyi di balik awan, menanti bintang bertaburan, menanti terangnya planet venus

Malam hari di tengah udara dingin yang hanya dihangatkan oleh api unggun. Kami pun menyantap makan malam sambil berbagi cerita mengenai pengalaman mendaki gunung. Iya pendakian ini merupakan pendakian pertama saya, pendakian yang sangat meneyenangkan, pendakian yang jauh dari dugaan saya.

Setelah api unggun padam, kami pun memutuskan untuk tidur mempersiapkan tenaga untuk melakukan summit attack keesokan harinya.

Minggu, 28 Oktober 2012, Summit Attack Papandayan

Salam Sumpah Pemuda!!!!!

Pukul 5 kami pun bangun, meleset dari rencana bangun jam 4 agar bisa menikmati indahnya pemandangan saaat sang dewi keluar dari ufuk timur. Karena udara yang dingin dan badan masih cape, kami pun baru bangun jam 5, sayang sekali tidak bisa menikmati momen sunrise. Pukul 6 kami pun mulai berjalan menuju puncak papandayan. Jalur yang di lewati sangat sulit. Karena merupakan jalan setapak, becek, menanjak dan menerobos hutan.

Setelah kurang lebih 1 jam, kami pun sampai di puncak papandayan yang kalo kata mas azhis puncak PHP. Hhehehe

Setelah sampai di puncak, kami istirahat, menikmati santap pagi, menikmati atraksi “bakar hutan” dari mas azhis, menikmati tegal alur dari ketinggian. Setelah beberapa menit kami pun memutuskan untuk turun kembali ke tegal alur.




tegal alur dari ketinggian


Pukul 13.00 setelah santap siang kami memutuskan untuk turun ke camp, perjalan menuju camp berbeda dengan jalur saat menaik, kami ini kami melewati jalur  pondok salada. Jalur yang “agak” mudah di bandingkan saat naik. Pondok salada merupakan tanah lapang luas yang saat melewati pondok salada memang tempat favorit untuk mendirikan tenda. Setelah berjalan beberapa jam dari pondok salada kami pun di sajikan dengan atraksi motor cross. Dan akhirnya setalah 4 jam dari tegal alur kami pun tiba di camp.
Sekian perjalan dari papandayan kali ini

Terima kasih banyak buat mas kusnades mas azhis ,mba ika, mas adi, mba ari, mas budhi, mas dio, mas matrus untuk perjalan kali ini


Sekian……





Tidak ada komentar:

Posting Komentar