Rabu, 22 Januari 2014

Libur Tengah Pekan ke Wisata Bahari Lamongan


Selasa 14 Januari kemarin yang kebetulan merupakan tanggal merah dalam rangka Hari Maulid Nabi SAW, saya mengisinya dengan mengunjungi Wisata Bahari Lamongan (WBL). WBL ini terletak di Jalan Raya Paciran, Lamongan. Dari Surabaya ke WBL dapat ditempuh dalam waktu 2-3 jam perjalanan. WBL merupakan juga sebagai alternative rekreasi keluarga, kantor ataupun sekolah.
Berangkat dari Surabaya pukul 07.15 dan tiba di WBL sekitar pukul 09.30. Suasana WBL di kala pagi itu sudah cukup ramai mungkin karena memang hari libur. Setibanya di WBL yang ditandai dengan terihat bangunan unik yaitu bangunan dengan adanya kepiting raksasa yang merupakan ciri khas dari WBL. Setelah turun dari bis, saya pun segera menuju pintu masuk. Untuk masuk dikenakan biaya Rp75.000.
Untuk masuk kedalam kawasan WBL, pengunjung dilarang membawa makanan seperti nasi, mie dll. Setelah pengecekan tiket dan pemasangan gelang tiket, pengunjung langsung disajikan denga peta Wisata. Sebaiknya kta mengikuti rute wisata yang ditentukan agar kita dapat melewati semua spot dengan tidak putar-putar.
Di spot pertama kita akan melewati Rumah Kucing. Di rumah Kucing ini terdapat kucing-kucing didalam ruangan berkaca. Kucing-kucing dari berbagai jenis dan kelamin.
Di WBL ini terdapat wahana-wahana dengan fasilittas gratis maupun dengan fasilitas berbayar. Wahana wahana gratis seperti Rumah Kucing, Galeri Kapal Perang dan Kerang yang di dalamnya terdapat miniature-miniatur kapal perang dan Kerang-kerang, Sarang Bajak Laut, Goa Insektarium yang didalamnya terdapat penjelasan mengenai berbagai macam kupu-kupu dan kita memasuki goa yang jalanya agak jauh.
Selain itu pun ada beberapa wahana lain seperti berbagai macam permainan air, playground anak-anak, anjungan walisongo, bioskop tiga dimensi, rumah hantu, roll cloaster, planet kaca, istana boneka,  dan lain lain.



Di WBL juga ada wahana wahana lain yang dikenakan biaya tambahan seperti banana boat, gokar, ski boat, sepeda air dll.
setelah panas-panasan muter-muter WBL dan setngah pusing karena naik beberapa wahana, saya pun segera kembali ke bis an segera pulanggg


Senin, 20 Januari 2014

Bali

Bali atau Pulau Dewata siapa yang tak kenal dengan pulau yang satu ini. Pulau yang memiliki banyak objek wisata menarik ditambah dengan kentalnya budaya local menambah pulau ini memiliki nilai dan daya tarik tersendiri. Bali memiliki berbagai macam tempat wisata mulai dari barat seperti Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan, di pesisir selatan ada Tanah Lot, Kuta, Pesisir Utara ada Lovina yang terkenal dengan habitat Lumba-lumba, sampai ke pesisir timur ada karangasem yang memiliki surge bawah laut yang sangat menakjubkan.
Dalam tulisan kali ini, saya sedikit menshare perjalanan di weekend September kala itu yang memang baru sempet saya masukan ke blog ini. Perjalanan ke Bali ini merupakan yang pertama buat saya dank e Bali ini dalam rangka acara Kantor. Berangkat dari Surabaya jumat sore menuju Bali via jalur darat dengan melintasi Surabaya-Pasuruan-Situbondo-Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang dan Menyebrang Selat Bali kemudian sampailah di Pelabuhan Gilimanuk. Sampai di Pulau Bali pagi hari dan istirahat sejenak di salah satu restoran di sisi jalan raya Gilimanuk-Denpasar. Restoran yang sangat menyajikan panorama dengan indahnya lautan dikala pagi
Pantai di belakang restoran
Setelah sarapan selesai, Perjalanan dilanjutkan menuju Tanah Lot. Tanah Lot merupakan salah satu objek wisata favorit di Pulau Bali. Pura Tanah Lot terletak di Desa Beraban kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Ditempat ini terdapat pura di atas batu besar dan satunya terletak di sisi tebing mirip di Uluwatu. Pura Tanah Lot bagian dari pura dang khayangan atau pura laut tempat pemujaan dewa penjaga laut.
Untuk memasuki Pura yang terletak di atas batuan besar harus menunggu air laut surut. Jika air laut sedang pasang tidak dapat memasuki puta tersebut karena jalan tertutup air laut. dan ketika saya berkunjung ke tempat ini sayang sekali air laut sedang pasang sehingga tidak dapat menuju pura tersebut. Dan waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah sore hari untuk menikmati indahnya matahari tenggelam.
Setelah dari tanah lot, saya pun melanjutkan menuju kawasan tanjung Benoa. Tanjung benoa terletak di Wilayah Kecamatan Kuta selatan, Badung. Tanjung Benoa terkenal dengan pantainya yang putih bersih. Di Tanjung benoa pun terdapat berbagai macam Water Sportseperti Banana Boat dan terdapat beberapa spot diving. Dari tanjung benoa ini pun kita dapat menuju Pulau Penyu dengan menaiki Perahu dengan bayar Rp70.000/orang. Di Pulau Penyu ini terdapat penangkaran penyu-penyu, ada berbagai hewan lain juga seperti jalak bali, ular dan lain-lain. 
Dari tanjung benoa, saya pun berlanjut menuju Pura Uluwatu. Uluwatu terletak di pinggir laut dan diatas tebing. Lokasinya terletak di Desa Pecatu, Kabupaten Badung atau kurang lebih 35KM arah selatan dari Denpasar. Pura Uluwatu merupakan salah satu dari Pura Sad Khayangan. Pura Sad Khayangan terdiri dari Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Watu Karu, Pura Bukit Pengalengan dan Pura Besakih.
Sebelum memasuki kawasan Pura, kita akan diberikan kain untuk dipakai selama di kawasan pura. Setelah memasuki pintu masuk, kita akan melewati jalan rindang yang karena banyak pohon dan setelah itu kita akan menuju tepi luasnya lautan dari atas tebih. Pemandangan dari atas tebih sangatlah indah. Di kawasan ini juga banyak terdapat monyet-monyet liar oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan barang bawaaan seperti sandal, kacamata, tas, dll kalau tidak mau menjadi sasaran “rampok” monyet-monyet tersebut.
Ketika hari semakin sore, saya pun melanjutkan perjalanan menuju kawasan Garuda Wisnu Kencana atau yang lebih dikenal dengan GWK. GWK merupakan taman di selatan pulau Bali. Letak GWK di tanjung nusa dua kabupaten badung. Di Kawasan GWK ini direncanaka  terdapat patung berukuran raksasa dewa wisnu yang sedang menaiki garuda.
Di kawasan GWK ini juga terdapat banyak tempat tempat menarik seperti Wisnu Plasa, Street Theater, Lotus Pond, Indraloka Garden, Tirta Agung, Amphiteatre. Karena waktu yang terbatas jadi saya hanya mengunjungi Amphiteatre untuk melihat pertunjukan Tari Kecak. Setiap sore ditempat ini memang disajikan tari kecak dengan gratis.
Setelah menikmati tari kecak, saya pun menuju tempat acara kantor di salah satu restoran yang terletak tidak jauh dari Amphiteatre. Tak lama acara selesai saya pun beserta yang lainnya pergi meninggalkan GWK dna menuju pusat oleh-oleh “Krisna” dan setelah itu menuju hotel. 
Pagi hari di hari minggu, setelah sarapan, saya pun beranngkat menuju Danau bratan. Danau yang terletak di daerah bedugul desa candi kuning, baturiti, tabanan. Lokasi yang merupakan jalur Denpasar-singaraja dan dekat dengan Kebun Raya Eka karya membuat tempat ini menjadi tujuan wisata utama jika ke Bali.
Di Danau ini terdapat Pura yang bernama Pula Ulundanu. Pura ini merupakan tempat pemujaan Kepada sang Hyang Dewi Danu  sebagai pemberi kesuburan. Pura Ulun danu  ini bisa kita lihat juga di lembaran Uang Rp50.00an. coba cek sekarang… :D
Setelah menikmati hawa sejuk di danau beratan, saya pun kembali ke bis dan untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju Surabaya.
Sampai jumpa kembali bulan Maret (kalo jadi soalnya tiket udah beli) Pulau Dewata………..


Sabtu, 18 Januari 2014

Pesona Bawah Laut Pulau Menjangan, Taman Nasional Bali Barat



“Bermalam di Mutiara Timur Malam, melintasi gelapnya sisi kiri  rel tempat si Ular Besi melaju dengan cepatnya, Mengejar Sunrise di atas Selat Bali, Indahnya panorama kala pagi itu, Pesona gunung Baluran dari kejauhan, Angin laut yang cukup membuat tubuh ini terasa dingin, dan akhirnya sampailah di Pulau Dewata”

Jalan-jalan iseng ini sebenarnya jalan jalan di pengunjung akhir tahun lalu yang baru sempet di masukin ke blog yang sederhana ini. Mungkin banyak yang belum tahu Pulau menjangan itu dimana ya memang Pulau ini tak seterkenal tempat wisata lain yang ada di Pulau Bali seperti ubud, tanah lot ataupun kuta. Dan memang saat saya dan beberapa rekan saya dari Backpacker Indonesia mengunjungi Pulau Menjangan ini, hanya rombongan saya yang merupakan wisatawan local dan memang lebih banyak bule bule dari berbagai Negara.

Pulau Menjangan merupakan Pulau kecil yang terletak di sebelah barat Pulau Dewata yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat. Pulau Menjangan yang kalau diartikan Pulau Rusa yang memang ditempat ini banyak terdapat Rusa. Pulau Menjangan terkenal dengan wall diving yang sangat bagus sekali dan pulau ini memiliki spot spot snorkeling yang memiliki taman bawah laut yang sangat eksotis.

Jumat Malam, 27 Desember 2013 saya pun bersama rekan dari Jakarta menuju banyuwangi. Dengan menaiki Kereta Mutiara Timur Malam dari Stasiun Gubeng dan sampai di Stasiun Banyuwangi baru pukul 04.00. harga tiket kereta ini berkisar 110 ribu hingga 170 ribu tergantung kelas bisnis atau eksekutif. Atau jika ingin yang lebih murah bisa memilih menaiki kereta ekonomi sri tanjung yang berangkat siang hari. Sesampainya di stasiun Banyuwangi baru, kami pun berdua segera menuju pintu keluar stasiun dan berjalan kaki menuju pelabuhan ketapang. Tiket penyebrangan di pelabuhan ketapang ini Rp6.500 (per 28 Desember 2013). Setelah membeli tiket, kami pun segera menaiki kapal dan mencari spot duduk yang pas untuk menikmati Sunrise. Tak berselang lama kapal pun mulai bergerak meninggalkan Pulau Jawa. Sejam kemudian kami pun tiba di pulau dewata. Turun dari kapal kami pun menuju pintu keluar dan setelah pengecekan KTP kami pun menuju tempat teman kami yang lain memarkirkan mobil. Disitulah kami bertemu deman teman yang lain yang memang sudah ada di bali sejak kemarin.

Setelah beristirahat sejenak dan sarapan pagi, kami pun segera menuju Pelabuhan penyebrangan Banyuwedang. Dari Gilimanuk, untuk menuju Banyuwedang melewati rute perjalanan Gilimanuk menuju Buleleng atau melewati sisi utara pulau bali yang mengarah ke taman nasional Bali Barat. Atau jika menggunakan kendaraan umum bisa menaiki bis jurusan Gilimanuk ke Buleleng. Untuk menuju Pulau Menjangan juga bisa dari labuhan Lalang di SIngaraja akan tetapi lebih jauh jika dari Gilimanuk. Oleh karena itu kami lebih memilih melalui Labuhan Banyuwedang. Perjalanan Gilimanuk-Banyuwedang sekitar 45 Menit.

Setibanya di Banyuwedang, kami pun segera menghubungi Guide kami. Ditempat ini memang mewajibkan menggunakan Guide. Setelah perizinan selesai dan kami sudah menyiapkan peralatan snorkeling seperti kacamata, kaki katak dll, kami pun segera menuju perahu untuk menyebrang ke pulau menjangan. Untuk sewa Perahu dikenakan Biaya Rp590.000 sudah termasuk Jasa Perahu, Guide, Tiket masuk dan asuransi. Untuk sewa peralatan snorkeling dikenakan biaya Rp20.000 perjenis alat.

Saat di tepi dermaga, pemandangan yang sangat menakjubkan pun terlihat, birunya laut dan hijaunya pegunungan dan bukit-bukit disekitar membuat Pulau menjangan ini memang sangat indah. Perjalanan naik perahu untuk menuju Pulau menjangan dari Banyuwedang sekitar 40 menitan. Dengan ombak yang relative kecil dan pemandangan yang indah sangat menikmati perjalanan ini. Disisi kiri ada sebuah daratan yang sudah ada resort yang banyak bule-bule sedang berjemur diatas dermaga. 
 
45 menit perjalanan tibalah kami di Pulau menjangan dan kami sudah berada di spot pertama untuk snorkeling. Setelah memakai semua alat kami pun segera byurrrrrrrrrrrr nyebur ke dinginya air laut. air laut yang sangat jernih membuat karang-karang yang indah pun sangat jelas terlihat. Terumbu karang yang sangat indah ini pun ditambah dengan warna warni ikan membuat semakin amazing pulau ini. Pulau menjangan terdiri dari terumbu karang yang ditandai dengan jurang atau drop off yang sangat dalam. Batuan batuan yang membentuk gua-gua kecil membuat tempat ini menjadi habitat ikan ikan, karang-karang lunak. Arus laut yang tenang menjadikan tempat ini pun menjadi habitan ikan ikan indah seperti Angelfish, Jackfish, nemo dll. 

Setelah puas snorkeling, dan untuk berisirahat sejenak, kami pun berisirahat di pasir pantai pulau menjangan ini. Pasir pantai yang halus dan putih bersih. Setelah melepas lelah, kami pun menuju spot kedua yaitu di balik pulau. Untuk menuju spot kedua kami tidak menaiki perahu akan tetapi berjalan di jalan setapak ke balik pulau. Kami memilih untuk berjalan karena memang untuk melihat keindahan pura ditengah Pulau ini. Di Pulau menjangan terdapat pura yang pada saat kami mengunjungi tempat ini sedang ada acara adat sehingga kami tidak dapat memasuki Pura tersebut. Kami hanya bisa mengabadikan tempat itu dari kejauhan. 
Setelah melewati pura tersebut, kami berjalan turun menuju tepi laut dan sampailah kami di spot snorkeling kedua. Tempat disini lebih dangkal dan lebih cerah sehingga lebih sangat jelas terlihat keindahan bawah lautnya. Hijau  karang-karang muda dan warna warni ikan menambah eksotisme bawah laut pulau ini. 
karena waktu semakin sore dan untuk sewa perahu ini hanya dijatahkan waktu 4 jam, kami pun segera menuju kembali ke Banyuwedang. Di perjalanan pulang pun kami disuguhkan dengan rombongan lumba-lumba yang saying sekali tidak sempat kami abadikan menggunakan kamera. Jam 2 siang pun kami sudah di banyuwedang dan segera bersih bersih dan untuk persiapan kembali ke tempat masing-masing.

Pagi hari menikmati sunrise di selat bali, sore hari menikmati sunset di selat bali, perjalananan pendek akan tetapi menakjubkan.

Sekian…………