Sabtu, 07 Januari 2017

Menikmati Sunrise di Kebun Buah Mangunan, Jogjakarta

Jogjakarta memang istimewa. Kota yang dikenal sebagai kota pendidikan ini selain memiliki wisata sejarah dan budaya, Jogja juga memiliki wisata alam yang tak kalah menakjubkan dengan kota lainnya yaitu Kebun Buah Mangunan.

Kebun Buah Mangunan ini terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Lokasi ini berjarak kurang lebih 35 KM dari pusat kota Jogjakarta. Dilansir dari piknikdong.com, Kebun Buah Mangunan ini dibangun pada tahun 2003 oleh pemerintah Kabupaten Bantul diatas tanah seluas 23,34Ha. pada ketinggian 150-200m diatas permukaan laut. Titik ketinggian tersebut membuat kawasan ini memiliki udara yang sejuk serta pemandangan pegunungan seribu.
Indahnya Bangun Pagi

Bangun pagi memang akan membawa keberkahan tersendiri untuk kita. udara yang masih sejuk, terik matahari belum terasa dan juga pemadangan yang akan kida dapatkan akan sangat berbeda antara pagi dan siang hari. kali ini saya dan teman-teman akan berkunjung untuk menikmati indahnya matahari terbit dan "Negeri di Atas Awan" Kebun Buah Mangunan.

dari pusat kota Jogjakarta, kami akan menempuh waktu kurang lebih 1 jam untuk mencapai Kebun Buah Mangunan. Pukul 04.00 pun kami berangkat dengan melewati rute dari kota Jogjakarta menuju Bantul dengan melewati jalan Imogiri Timur dan mengikuti jalan hingga pertigaan pasar Imogiri kemudian mengambil kiri. setelah itu kami tinggal mengikuti petunjuk jalan saja yang memang sudah tersedia.

Setelah melewati rute jalan yang cukup banyak kelokan, kami pun tiba di Gerbang Kebun Buah Mangunan pada pukul 05.00. untuk masuk ke kawasan kebun, tiket yang dipungut hanya sebesar Rp5.000, cukup murah kan. setelah memarkirkan kendaraan, kami pun harus berjalan kaki untuk menuju lokasi menikmati sunrise. lokasi ini tidak terlalu jauh, hanya kurang lebih 20 menit dengan kondisi jalan yang sudah tertata rapi dan sedikit menurun.

Kebun Buah Mangunan terletak di ketinggian 150-200 mdpl memang menyajikan pemandangan alam yang sangat luar biasa. Sejatinya, kalau kita berkunjung ke Kebun Buah yang menjadi tujuan utama adalah memetik buah atau melihat pohon-pohon buah. Lain halnya dengan dengan kebun buah mangunan, yang menjadi tujuan utamanya adalah menikmati keindahan matahari terbit dan pesona negeri di atas awan dengan awan yang berkelok mengikuti bentuk aliran Sungai Oyo yang berada di bawahnya. Sungai Oyo ini meliuk membelah bukit dan hutan yang ada. Di Kebun Buah Mangunan ini memang terdapat bukit yang dikelilingi pagar dan juga gardu pandang yang digunakan untuk menikmati semua keindahan alam yang tersaji di kebun ini.
Keindahan Sunrise
Negeri di atas awan dengan kelokan mengikuti aliran sungai
Rasa lelah dan kantuk semua terbayar setelah menikmati udara sejuk, keindahan matahari terbit, dan keindahan awan yang membentuk aliran sungai seperti ular. 

Kebun Buah Mangunan ini juga memiliki beberapa fasilijtas lainnya seperti area Camping, Gazebo, Homestay, Plasy Ground dan masih banyak lainnya. Jika berkunjung Ke Jogjakarta, sempatkan lah untuk berkunjung ke kebun ini, dijami tak akan menyesal

Jumat, 06 Januari 2017

Wisata Andrenalin di Bukit Cekong, Sulawesi Selatan

Bagi sebagian orang memang menyukai  suatu hal yang memacu andrenalin termasuk mencintai ketinggian. Jika kita berkunjung ke Bukit Cekong, selain kita dapat memacu andrenalin kita di ketinggian, kita juga dapat menikmati keindahan alam yang tersaji di sini. Bukit-bukit indah layaknya bukit teletubies akan tersaji di sini.

Bukit Cekong merupakan lokasi wisata yang saat ini banyak dibicarakan orang. Bukit ini memang masih tergolong lokasi wisata baru. Bukit Cekong berada di Desa Lamba Doko, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Lokasi ini kurang lebih berjarak 250 Km dari Kota Makassar dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam perjalanan. 

Dahulu kawasan bukit Cekong ini hanyalah untuk balapan trail karena di bukit ini tersedia jalur trail. Setelah dikembangkan, bukit ini kini menjadi lokasi wisata yang sangat amat menarik. Para pengunjung yang datang pada umumnya ingin mencoba berayun di atas ketinggian. Swing Extreme namanya, menu andalan di Bukit Cekong. Swing Extreme ini merupakan ayunan yang berada di ujung jurang dengan mencapai ketinggian 100 meter. Ayunan ini menggunakan Tali sejenis webing yang di ikat pada tangkai pohon pinus dan  dibackup dengan Harnes yang terikat pada pohon pinus itu sendiri. Untuk menikmati senasi berayun hanya dipungut biaya Rp15.000. walaupun cukup murah, keamanan sudah sangat diperhitungkan.
Swing Extreme
Selain Swing Extreme, di Bukit Cekong terdapat menu lain seperti Flying Fox, arena outbound, camping ground dan anjungan selfie. Anjungan Selfie ini merupakan sejenis teras yang berada di pohon pinus. Teras yang berada di ketinggian ini digunakan para pengunjung untuk berselfie ria dan menikmati keindahan alam tebing mandu yang berada di bawah bukit dengan rumah-rumah khas, persawahan masyarakat, gunung, tebing dan sungai. Sungguh pemandangan yang sangat indah.

Setelah memacu andrenalin, di Bukit Cekong juga terdapat sejenis kafe yang menyajikan minuman khas yaitu kopi cekong. Para pengunjung dapat menikmati kopi sambil memandang keindahan alam dan semilir angin yang merasuk ke tubuh. Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan.

Rute ke Bukit Cekong dari Makassar
Makassar – Maros – Kabupaten Pangkep – Kabupaten Barru – Kota Pare-Pare – Jalan Raya Poros Pare-Pare-Rapang – Kabupaten Enrekang – Gunung Nona – kemudian belok kanan masuk de arah asrama polisi polsek Anggeraja dan tinggal mengikuti jalan saja. Jalan masuk masih belum cukup baik dan persiapkan kendaraan anda karena banyak jalan yang cukup menanjak terjal.

Rabu, 04 Januari 2017

Taman Mattirotasi, Taman Cantik di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan

Kota Pare-Pare merupakan kota terbesar kedua di Sulawesi Selatan. Kota yang berada kurang lebih 200KM dari kota Makassar ini memiliki banyak sekali potensi wisata. Kota Pare-Pare merupakan tanah kelahiran presiden ketiga Negara Indonesia BJ.Habibie. Kota Pare-Pare terletak di sebuah teluk yang menghadap selat Makassar. Bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Barru, Bagian Utara berbatasan dengan Kabupaten Pinrang dan Bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Sidrap. Untuk menuju Kota Pare-Pare diperlukan waktu 2 hingga 3 jam dari kota Makassar.

Menelusuri Kota Pare-Pare tidak salah jika kita berkunjung ke Taman Mattirotasi. Taman ini berada di Jalan Mattirotasi dan berada di tepi pantai. Taman Mattirotasi memiliki garis pantai yang cukup panjang. Pada saat menjelang sore, taman ini cukup ramai oleh para pengunjung yang ingin menikmati merah mengkilau matahari terbenam. Di Taman ini juga sudah tersedia barisan Gazebo yang dapat digunakan para pengunjung untuk duduk-duduk menikmati matahari terbenam. 

Taman Mattirotasi ini memang sangat cocok untuk bersantai kala sore hari. Menikmati matahari terbenam dan pemandangan laut pare-pare. Semilir angin laut akan menambah kesejukan di Taman ini. Dari kejauhan pun kita dapat melihat kapal-kapal sedang berlayar di laut Pare-Pare. 

Lokasi Taman yang berada di Jalan utama, sering kali taman ini digunakan oleh orang-orang yang akan menuju ke daerah utara Sulawesi untuk sekedar singgah untuk beristirahat. Tak jarang juga masyarakat dating ke taman ini hanya untuk berfoto-foto sebagai buah kenangan berkunjung ke Pare-Pare.

Oh ya untuk menikmati keindahan laut dari Taman Mattirotasi ini tidak dipungut biaya masuk, kita hanya mengeluarkan biaya parker saja sebesar Rp3.000

Berikut sedikit jepretan di Taman Mattirotasi :
 Silahkan kunjungi juga wisata di Sulawesi Selatan lainnya :

Selasa, 03 Januari 2017

Celebes Canyon, Lokasi Wisata Baru di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan

Pertama saya mau mengucapkan Selamat Tahun baru 2017 dan semoga target-target di 2016 yang belum tercapai segera terealisasi di 2017. Aamiin

Mengisi waktu libur di awal tahun ini, saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan saya dan rekan saya ke salah satu tempat wisata baru yang telah dinominasikan sebagai tempat wisata terbaru dalam ajang Anugrah Pesona Indonesia 2016 dan berhasil menjadi juara kedua untuk kategori Tujuan Wisata Baru Terpopuler 2016. Dimanakah itu? Yap Celebes Canyon.

Celebes Canyon merupakan salah satu lokasi wisata baru yang berada di Dusun Watu, Kecamatan Tenete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Mungkin agak asing jika mendengar Barru. Barru merupakan sebuah Kabupaten yang berada kurang lebi 100KM dari Kota Makassar. Kabupaten ini memiliki posisi setelah Kabupaten Pangkep jika kita dari Kota Makassar.

Perjalanan saya dan 3 orang rekan saya di mulai pagi hari. Pukul 07.00 kami berangkat menuju Kabupaten Barru. 

Celebes Canyon mirip dengan Grand Canyon yang berada di Amerika Serikat sehingga orang-orang menyebutnya dengan Celebes Canyon. Celebes Canyon ini berada di aliran Sungai Ule. Untuk menuju Celebes Canyon, jika dari Kota Makassar, kita hanya tinggal menelusuri jalan poros Makassar Pare-Pare dan ketika sudah memasuki Kabupaten Barru, kita akan menemukan lampu merah di pertigaan yang memiliki tugu di sisi kanan jalan  dan  ada petunjuk jalan menuju Kabupaten Soppeng. Kita belok kanan menuju soppeng dan akan melewati rel kereta api yang belum selesai proyek pengerjaannya. Setelah menemui rel kereta api, kita tinggal mengikuti jalan saja kurang lebih 15KM dengan rute Pekkae kemudian Tampung Cinae dan kemudian Watu. Setelah itu kita akan menemukan petunjuk arah untuk menuju Celebes Canyon.

Pukul 10.30 kami  tiba di lokasi parkir, kami harus berjalan kaki kurang lebih 15 menit untuk tiba di Celebes Canyon. Jalan yang kami lalui merupakan jalan berbatu dan saat ini sedang ada pengecoran jalan sehingga kedepannya jalan yang akan dilalui akan menjadi lebih baik. Setelah melewati jalan berbatu, kami menemukan warung dan penjaga pintu. Untuk biaya masuk, kami dipungut biaya Rp2500 per orang. Setelah melewati pintu masuk, kami melewati hijaunya persawahan penduduk. Tanaman padi yang ditanam sedang menghijau menambah kesegaran mata yang kita dapat. Setelah melewati sawah, tibalah kami di Celebes Canyon.
Jalan berbatu yang harus kami lewati
Pemandangan hijaunya persawahan dari atas jalan
Pintu masuk menuju Celebes Canyon
Persawahan Warga
Hijaunya yang membuat segar mata
Celebes Canyon ini masih sangat asri. Suara derasnya aliran sungai menambah kesejukan dan ketenangan pikiran. Pemandangan yang indah dengan hiasan batu karst putih yang terbentuk secara alami di aliran sungai. Selain itu, kita dapat bermain air ditengah jernih dan sejuknya air di aliran sungau Ule. 
Celebes Canyon

Meskipun Celebes Canyon ini masih tergolong lokasi wisata baru, akan tetapi keindangan alam yang disajikan sangatlah luar biasa. Sehingga sangat menarik untuk kita kunjungi.

Celebes Canyon merupakan lokasi wisata baru sehingga fasilitas yang ada masih sangat terbatas seperti belum ada toilet, ruang untuk berganti pakaian dan lainnya. Jika berkunjung kesini sangat disarankan membawa bekal makanan karena belum ada yang berjual makanan di lokasi ini. Selain itu juga persiapkan pakaian ganti. Dan ingat, jangan membuang sampah sembarangan.

Nikmati keindahan alamnya, pungut sampahnya, jaga kebersihannya