Selasa, 12 Februari 2013

Seksi Pelayanan menuju Puncak, Matahari

Sabtu, 2 Februari 2013

Di Kala Sabtu pagi yang biasanya jam 6 masih tidur, gue udah harus siap siap mandi dan berangkat ke kantor. akan tetapi ke kantor kali untuk bukan untuk beresin SPT apalagi ngerekam SPT, kali ini keluarga seksi pelayanan mau sekedar refreshing ke kawasan puncak tepatnya di Taman Matahari.

Pukul 07.00 gue udah sampai di kantor dan seperti biasa jam Indonesia, jam 8 baru pada kumpul :D 

dan 8.30 kami pun siapa berangkat.Alhamdulillah perjalanan gak ketemu sama yang namanya macet karena pas keluar tol jagorawi pas banget lagi one way ke arah puncak atas.

pukul 10.30 lewat, kami tiba di Taman Matahari. Untuk memasuki kawasan ini, biaya masuk yang di keluarkan tidaklah cukup mahal yaitu sebesar 78 ribu 1 mobil berisi 5 orang .dan di Matahri terdapat fasilitas villa, kolam renang, water park, wisata air, outbound, rafting, komidi putar, bazzar , atv off road dll

Setelah sampai, kami pun mengelilingi kawasan matahari dengan naik "mobil hewan". akan tetapi hujan turun cukup menganggungu perjalanan kali ini.

saat hujan turun kami pun berteduh di saung yang sudah kami sewa. karena hujan yang deras, saung pun bocor horeeee :P

di kala bocor semakin banyak, bung hendra pun menerbitkan surat perintah verivikasi lapangan untuk titus buat menverivikasi saung sebelah, dan ternyata bocornya malah lebih parah :P

Menikmati dingin dataran tinggi, bersatu dengan deburan keras suara aliran sungai, berkolaborasi dengan suara rintik rintik hujan, hangatnya kebersamaan ini semoga akan terus berlanjut

Foto Keluarga Seksi Pelayanan


Foto Keluarga Seksi Pelayanan







Alam pun seolah mengerti apa yang kami mau, hujan pun mulai tak kembali turun, kami pun segera berpetualang kembali, menaik perahu naga, bertemu hewan liara macam buaya, ular besar, yak walau itu cuma patung :D

senja mulai terlihat, kami pun beranjak menepi dan bersiap pulang


"kemesraan ini janganlah cepat berlalu" 

sekian...


View Gunung Salak dari Kejauhan


Jumat, 08 Februari 2013

Bambang Pamungkas Still A Legend


Bambang Bambang
Bambang Pamungkas
Bambang Pamungkas
Macan Persija

yel yel itulah yang sering dinyanyikan, diteriakan seisi stadion untuk menyemangati sang kapten, sang legenda hidup, salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Iya itulah sang legenda, BAMBANG PAMUNGKAS. Siapa sih yang gak kenal dengan pemain yang satu ini. Pemain kelahiran Semarang, 10 Juni 1980 ini  memang mungkin dikenal sebagai pemain yang sombong karena memang beliau tidak pernah mau diwawancara oleh wartawan kecuali dalam konferensi pers resmi setelah pertandingan. Akan tetapi jika kita lebih mengenal beliau baik dari buku atau web pribadinya ternyata sangat berbeda karakternya yang selama ini dikenal publik.

Bambang Pamungkas atau yang akrab dengan sebutan BEPE mengawali karir professional bersama Persija Jakarta tahun 1999. Debut BEPE bersama Persija ketika menghadapi PSDS Deli Serdang. Pada tahun 2000, BEPE bergabung dengan tim divisi tiga belanda EHC Norad selama 4 bulan. Namun kegagalan dalam menyesuiakan dengan iklim Eropa, akhirnya BEPE kembali ke Persija. Pada Tahun 2001, BEPE berhasil membawa Persija juara Liga Indonesia dengan mengalahkan PSM Makassar dengan mencetak 2 gol kala itu. Pada tahun 2005, BEPE bergabung dengan klub Malaysia Selangor FC hingga tahun 2006. Di Selangor BEPE berhasil membawa tim yang dibela meraih Trebble Winner dan menjadi pencetak gol terbanyak dengan 22 gol. Pada tahun 2007 BEPE kembali ke Persija hingga musim 2012 walau pada tahun 2010 sempat trial di klub Australia Wellington Phoenix FC.

Karir Bepe di timnas dimulai tahun 1999. Debut pertama Bepe pada 2 Juni 1999 ketika menghadapi Estonia dan pada laga tersebut bepe mencetak gol perdananya. Saat ini Bepe pemegang caps terbanyak dan pencetak gol terbanyak untuk timnas Indonesia.

Bepe dengan seragam tim nasional

Bepe dengan Seragam Oren Persija
Bepe dengan Seragam Selangor FC 
Selain menggeluti dunia sepak bola, Bepe juga aktif di dunia social kemanusian dan pernah menerbitkan buku dengan judul "BEPE20-KETIKA JEMARIKU MENARI" . kepedulian social sang kapten ini pun tidak bisa di ragukan lagi karena hasil penjualan buku ini di sumbangkan untuk kepeduliannya terhadap HIV dan AIDS. Bepe juga aktif di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dan Syair Untuk Sahabat Foundation. Bepe juga aktif menulis dan dalam tulisannya memberi pandangan yang berbeda mengenai pemain sepakbola. Pemain sepakbola tidak melulu membicarakan mengenai sepak bola, akan tetapi bepe tetaplah manusia biasa yang bisa rindu, sedih, bercanda dengan teman temannya, akan tetapi bepe tetaplah manusia biasa yang bisa rindu, sedih, bercanda dengan teman temannya. Tulisan tulisanya juga Penuh motivasi bagi semua nya terutama anak muda dan penuh inspiratif.

Musim 2013 ini Bepe tidak bersama lagi dengan Persija. Masalah finansial di klub kebanggaan membuat Bepe tidak lagi berseragam oren. Bepe berat untuk meninggalkan Persija. CINTA ITU MENGALAHKAN SEGALANYA karena itulah sampai saat ini lebih beristirahat dan belum  memiliki klub baru.  dan saya berharap Bepe bisa kembali berseragan oren. Kami rindu sang kapten. Kami rindu teriakan ini bergemuruh di stadion

Bambang Pamungkas Macannya Persija
Bola Di Sundul Langsung Masuk Ke Gawang
Sorak Sorak The Jak Bergembira
Hari Ini Raih Poin Tiga

Satu Quote dari Bepe

“Jangan Pernah Berhenti Bermimpi, Karena Mungkin Suatu Saat Mimpi Kita Semua Akan Menjadi Kenyataan”

BEPE STILL A LEGEND



Selasa, 05 Februari 2013

Macan Ku Dulu Tak Begini


Malam hari Pukul 20.09

Di Kala Suara Hujan rintik rintik berkolaborasi dengan lagu "Kemesraan" Iwan Fals 

Di Saat Rasa Sedih Melihat Tim Kebanggaan kalah lagi





sebuah Pertanyaan Mencuat, kemana taring sang macan????

Pertandingan Indonesia Super League (ISL) sudah  beberapa pekan bergulir. Tim Kebanggaan sudah melakoni 5 Pertandingan. Dari 5 Pertandingan Terahir, Persija hanya mampu menang 1 kali, kalah 3 kali dan imbang 1 kali. Kemenangan 1 kali pun hanya melewati titik putih. sungguh miris.

Pertandingan Perdana, Persija hanya mampu bermain imbang 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pertandingan kedua, Seluruh pecinta Persija di buat sedih dengan kekalahan 1-2 atas mitra kukar. Pertandingan ketiga, Persija unggul tipis 1-0 atas PSPS Pekanbaru. satu pekan kemudian, Persija menjalani away Pertama menghadapi SFC, lagi lagi Persija kalah 4-1. dan sore ini puncak kekecewaan gue, setelah kalah 3-2 dari tuan rumah Pelita Bandung Raya. dan untuk sementara Persija berada di posisi 14. 

Mendapat 4 Poin dari 5 Pertandingan sungguh menyedihkan dan mengecewakan. Dalam 5 Pertandingan hanya mencetak 6 gol dan kemasukan 9 gol, sangat sedikit produktivitas gol, apa karena tak ada sang legenda bepe??

sore ini sepertinya puncak kekecewaan gue.

Kecewa??wajar. Dalam 3 pertandingan Pertama mungkin belom bisa menilai , ini sudah lima pertandingan, permainan tetap tak ada perubahan, jelas KECEWA

Kalah dengan tim Promosi? Sangat mengecewakan

Kecewa?wajar karena itu bentuk cinta kami kepada Persija.

Persija tim besar, Persija salah satu tim dari sedikit tim yang tidak pernah degradasi di bumi Pertiwi ini.

lalu siapa yang salah?pelatih?manajemen? ah gue cuma suporter biasa, mau gimana juga gak akan di denger sama orang orang sana.

gue cuma pengen Persija kembali seperti dulu, garang di kandang, disegani di kandang lawan

Sedih melihat Kondisi Persija saat ini, tapi tetep Percaya, badai Pasti berlalu

memori 2001 pasti terulang lagi

dan Percaya macan-macan muda yang saat ini berada di tim, akan lebih bertaring.

Semoga di Pertandingan berikutnya, Macan kembali mengaung dan bertaring

kami rindu Juara..........


Persija Ayo Juara
Persija Ayo Berusaha
Sampai Kapan Kami Menunggu Lama
Liat Kamu Angkat Piala






Rabu, 30 Januari 2013

Touring - Sepeda Motor- Kota Istimewa ( 650KM)


29 Januari 2013, Pukul 19.35 Waktu HP atau Pukul 19.39 Waktu Komputer

“ Yogyakarta, 20 Agustus 2012, Malam hari, Di suatu Desa nan Sejuk, Di dalam rumah sang teman, Suasana Dingin, cukup sunyi, ditengah suasana mistis cerita sang empunya rumah, celetuk seorang teman “Mimpi Apa Gue Semalem Bisa Naik Motor dari Jakarta sampe Yogya”

Iya ini tentang perjalanan tiga pemuda, gue sendiri, ketua kelas @hermanisti, dan @fajarpoja  (yang satu udah tua padahal #ehh) dalam mengisi liburan Idul Fitri menempuh perjalanan kurang lebih 650KM, menerjang dingin jalur pantura di malam hari, menikmati kemacetan arus mudik, bermanuver di jalur lika liku brebes-purworejo, menikmati panas jalan kebumen ini semua di lakukan demi Pengalaman yang akan kita dapat.



Minggu, 19 Agustus 2012 

Di Suasana lebaran, Perjalanan kami di mulai. Perjalanan yang bisa di bilang dadakan. Hehehe

Sore hari, sekitar pukul 17.00, gue masih di rumah sodara lagi silahturahmi maklum lagi lebaran hehe, si herman sms gue, “ jadi yak ke yogya, si karim udah oke”. Pukul 17.00 di sms, pukul 18.30 gue udah berangkat, persiapan Cuma seadanya, motor belum di service. Bismillah aja deh :D

Pukul 18.30 gue berangkat dari rumah, janjian sama herman di depan pusdiklat pajak dan kemudian ketemu si karim di depan gang masuk rumahnya. Setelah tiga kumpul, segera buuka peta untuk mencari jalan yang bakal di lalui.

Pukul 21.00 kami bertiga pun berangkat, di awali macetnya Ibukota, jalur yang agak rusak menjelang Bekasi akhirnya setelah beberapa 5 jam perjalanan, kami memutuskan untuk beristirahat di pantura daerah Subang.

Perjalanan yang jauh di tambah macetnya jalan, sampe matahari terbit pun kami masih berada di Tegal. Setelah salat subuh dan tidur sejenak di masjid daerah Tegal kami melanjutkan perjalanan. Siang hari kami mulai memasuki jalur pegunungan di daerah Purwokerto dan sesaat kami beristirahat untuk sekedar meluruskan kaki, foto foto, minum dawet.

Istirahat Sejenak di Perbatasan Kota Cilacap


Pukul 14.00 kami sudah tiba di Purworejo, di sini kami sempat bingung mau lewat Wates atau Magelang. Kami memutuskan untuk lewat Magelang karena rumah saka tempat kami menginap ada di daerah Sleman. Sejam perjalanan, kami tiba di magelang, karena perut yang sudah mulai keroncongan kami istirahat di dekat tugu menjelang Candi Borobudur.

Setelah perut kenyang, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur. Candi yang dahulu merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Melepas lelah, menikmati matahri tenggelama dari candi Borobudur. Untuk masuk Candi Borobudur di kenakan tarif 25 ribu rupiah. 

tiba di Magelang



Tiba di Candi Borobudur






Setelah menikmati keindahan candi Borobudur dan matahari mulai terbenam, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah Saka, 2 jam perjalanan dari magelang sampai rumah Saka. Iya ternyata 24 jam perjalanan gue, herman, karim dari Jakarta sampai rumah si Saka  -,- , Cape iya, lelah iya tapi itu sebuah pengalaman yang berarti.

Selasa pagi, Setelah semalaman tidur nyenyak di atas kasur bukan di atas motor lagi, kami berempat bermotor ria mengelilingi kota yogya, di mulai dari kawasan Kaliurang, Goa Jepang, di lanjut menuju benteng Vredeburg, Candi Prambanan, dan pantai Parangtritis. Awalnya kami ingin mampir di malioboro akan tetapi kami membatalkannya karena jalan yang sangat macet dan setelah membeli oleh-oleh kamimpun segera kembali sambil mencari tempat makan di jalan Kaliurang. kami akhirnya memilih makan di raminten 


Nirmolo KaliUrang










Goa Jepang














Jepretan di Benteng Vredeburg
















Jepretan di Candi Prambanan
















Magrib Magrib main di Pantai Prangtritis





Setelah seharian jalan, kami beristirahat karena esok akan segera menempuh perjalanan jauh iya perjalanan pulang.

Pagi hari sebelum pulang, kami pun berangkat ke kebun salak, mari memanen salak :D









Pukul 11.00 pun kami pulang ke Jakarta. Liburan yang singkat di kota ini, karena kamis pagi kami sudah harus kembali kejar kejaran dengan mesih absen, kembali ke rutinitas kerja. 

Kami kembali menempuh perjalanan ratusan kilometer, hanya singkat di kota istimewa, akan tetapi perjalanan ini memberikan pengalaman yang cukup berarti

terima kasih untuk pihak pihak yang terlibat dalam perjalanan ini

sekiann

Rabu, 02 Januari 2013

Puncak Sikunir-Dieng-Gunung Prau (2565mdpl) Part II


Minggu, 23 Desember 2012

Pagi hari di puncak sikunir, setelah menikmati pemandangan nan indah sunrise, gue bersama teman teman mulai memberesakan tenda, sambil masak sarapan untuk sekedar mengisi perut dan menghangatkan badan. Setelah packing selesai, pukul 08.00 gue dan temen temen turun ke pos bawah. Perjalanan turun kurang lebih satu jam. 

Foto Foto Sebelum Turun

Foto dalam Perjalanan Turun dari Puncak Sikunir








Setelah satu jam berjalan, gue pun tiba di parkiran pos. Di parkiran pos terdapat danau yang bagus buat foto foto hehehe 

Sambil nunggu temen temen yang lain tiba di pos

danau di pos bawah sikunir


Setelah temen temen semua tiba di pos, kami pun mulai berjalan menuju tempat tempat wisata yang ada di wilayah dieng. Tempat pertama yang gue kunjungi ke kawah. Tempat ini seperti Kawasan  Wisata Gunung Tangkuban Perahu. Udara di sini sangat bau belerang. Kawasan ini juga cukup berbahaya karena merupakan wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). kami Pun berjalan di desa sembungan, desa tertinggi di tanah jawa

Desa Sembungan, Desa Tertinggi di tanah Jawa



Jiwa Jiwa Jebolan masuk gak bayar tiket :P


Foto di sekitaran kawah




Setelah puas berfoto foto, kami melanjutkan perjalanan menuju telaga warna. Perjalanan yang cukup melelahkan karena berjalan kurang lebih 2KM. Ditengah perjalanan menuju telaha warna kami berisitirahat sejenak didepan candi bima. Beristirahat dengan menyantap mie ayam. Jauh jauh ke dieng makanya tetep mie ayam hahahah. Setelah menyantap makan siang, kami pun berjalan kembali menuju telaga warna. Dan setelah satu jam berjalan kami pun tiba di telaga warna. Di telaga warna ini banyak tempat-tempat yang patut di kunjungi seperti Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, Telaga Pengilon. Sayang sekali, pada saat kami disini hujan cukup lebat jadi kurang puas untuk mengunjungi tempat tempat yang lainnya.






Telaga Warna dari Ketinggian


Perjanalan Menuju Telaga Warna





Setelah hujan reda, kami pun melanjutkan perjalanan untuk bersiap mendaki Gunung Prau. Gunung Prau memiliki ketinggian 2565 Meter dari Permukaan Laut. Pendakian ini memakan waktu kurang lebih tiga jam. Di puncak gunung Prau akan terlihat perbukitan yang sering disebut bukit Teletubies. Kami pun memilih untuk ngecamp di bukit teletubies.

Setelah mendirikan tenda di bukit teletubies, kami pun langsung berisitirahat karena kondisi fisik yang sangat lelah setelah berjalan cukup jauh di hari ini.

Bukit Teletubies






Senin, 24 Desember 2012

Udara dingin menyengat tulang, kami pun mulai berjalan untuk menyaksikan keindahan sunrise dari bukit teletubies. Berjalan kurang lebih 15 menit kami pun tiba di bukit yang agak tinggi untuk menyaksikan pemandangan sunrise. Akan tetapi udara yang mendung membuat pemandangan golden sunrise kurang begitu indah, tetapi silver sunrise dari balik puncak gunung sindoro sangat menakjubkan.

Silver Sunrise





Setelah puas menikmati silver sunrise, kami pun kembali ketenda dan bersiap untuk turun kembali. Perjalanan turun cukup melelahkan karena trek yang sangat curam. Setelah 2 jam berjalan, kami pun tiba di pos. Setibanya di pos kami pun beristirahat sejenak sambil bersih bersih dan membeli sekedar oleh oleh :D



Pukul 09.00 kami pun kembali menaiki mobil bak terbuka untuk kembali ke basecamp JAT. Dan pukul 10.00 kami kembali keterminal. Bye bye dieng semoga suatu saat bisa kembali lagi.

Pukul 11.00 tiba di terminal, pukul 05.00 subuh baru dijemput bis, pengalaman tidur di terminal yang tak kan terlupakan.

Terminal Wonosobo




 What a life :D

Perjalanan 4 hari yang sangat menyenangkan, menambah pengalaman, menambah teman, belajar meninggalkan zona nyaman.

Di tiap pendakian emang akan selalu ada cerita unik dan patut di kenang
Terima kasih Komunitas Pecinta Alam Tangerang, JAT

Sekiann………..